Super GT Asia: Menguak Balap Ikonik Benua Kuning

Super GT Asia: Menguak Balap Ikonik Benua Kuning

Super GT Asia: Menguak Balap Ikonik Benua Kuning Yang Miliki Berbagai Fakta Menarik Dan Jarang Di Ketahui. Halo para penggemar kecepatan dan aroma aspal terbakar! Tentu siapa di sini yang selalu terpukau dengan deru mesin bertenaga super. Dan juga dengan desain mobil yang futuristik, dan pertarungan sengit di setiap tikungan? Jika anda adalah salah satunya. Maka anda pasti tidak asing dengan gemuruh sirkuit balap mobil. Namun, di antara sekian banyak ajang balap bergengsi dunia. Terlebih ada satu yang memiliki pesona dan identitas kuat di Benua Kuning: Super GT Asia. Bukan sekadar balapan biasa, ia adalah perpaduan sempurna antara teknologi canggih, strategi brilian, Serta dnegan adrenalin murni yang membuat setiap serinya tak terlupakan. Dari mobil-mobil GT500 yang secepat kilat hingga GT300 yang tak kalah kompetitif. Maka ajang ini telah melahirkan banyak legenda dan menjadi tolok ukur tertinggi bagi para pabrikan otomotif mereka.

Mengenai ulasan tentang Super GT Asia: menguak balap ikonik benua kuning telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Asal-Usul Dan Evolusi Nama

Ia tentu memiliki sejarah panjang yang bermula dari sebuah kompetisi bernama All Japan Grand Touring Car Championship (JGTC). Terlebih yang resmi di selenggarakan pada tahun 1993. JGTC lahir sebagai respons terhadap berakhirnya era balap prototipe di Jepang yang di anggap terlalu mahal. Dan juga tidak lagi relevan dengan kondisi industri otomotif saat itu. Tentu ia hadir untuk menawarkan konsep balapan yang lebih terjangkau namun tetap kompetitif. Serta dengan menggunakan mobil berbasis produksi massal yang di modifikasi secara ekstrim. Tujuannya untuk keperluan balap. Sejak awal, JGTC sudah terbagi dalam dua kelas performa. Serta yang kemudian di kenal sebagai GT500 dan GT300 berdasarkan tenaga mesin dan tingkat pengembangan teknis. Pada tahun 2005, JGTC mengalami transformasi besar dengan berganti nama menjadi Super GT. Pergantian nama ini bukan sekadar kosmetik. Namun melainkan merupakan strateginya.

Super GT Asia: Menguak Balap Ikonik Benua Kuning Yang Memukau

Kemudian juga masih membahas Super GT Asia: Menguak Balap Ikonik Benua Kuning Yang Memukau. Dan fakta menarik lainnya adalah:

Kelas Balap: GT500 Dan GT300

Ia juga di kenal dengan sistem dua kelas utama yang berjalan secara bersamaan dalam satu lomba. Tentunya yaitu GT500 dan GT300. Pembagian kelas ini menjadi ciri khas utamanya. Dan juga menciptakan dinamika balapan yang unik. Serta menantang, baik bagi pembalap maupun tim. Meskipun berada dalam satu lintasan. Namun kedua kelas ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal spesifikasi teknis. Kemudian juga dengan tingkat kompetisi, serta karakter peserta. Kelas GT500 merupakan kategori tertinggi dalam hal ini. Serta menjadi ajang utama pertarungan antar pabrikan otomotif besar Jepang seperti Toyota (melalui Lexus), Honda, dan Nissan. Mobil-mobil di kelas ini merupakan kendaraan prototipe yang di rancang khusus untuk balap. Meskipun secara tampilan luar tetap mengacu pada model mobil produksi massal. Di balik desainnya, mobil GT500 menggunakan teknologi tingkat tinggi.

Contohnya seperti sasis monokok karbon, aerodinamika canggih. Serta mesin turbo 2.0 liter empat silinder yang dapat menghasilkan tenaga lebih dari 650 tenaga kuda. Setiap tim di GT500 umumnya mendapat dukungan langsung dari pabrikan. Baik secara finansial maupun teknis. Sehingga persaingan di kelas ini sangat ketat dan profesional. Sementara itu, kelas GT300 di rancang sebagai arena yang lebih terbuka dan inklusif. Terutama bagi tim privat, pabrikan kecil, maupun peserta independen. Dan mobil-mobil di kelas ini memiliki spesifikasi yang lebih bervariasi. Mulai dari mobil berbasis GT3 internasional seperti Mercedes-AMG GT3, Porsche 911 GT3 R. Hingga kendaraan yang di kembangkan oleh tim Jepang sendiri sesuai regulasi JAF-GT. Serta tenaga mesin mobil di kelas GT300 biasanya berada di kisaran 400 hingga 550 tenaga kuda. Maka hal ini yang menjadikannya lebih lambat di banding GT500. Namun tidak kalah menarik dari segi persaingannya.

Fakta Menarik Dari All Japan Grand Touring Car Championship

Tentu saja masih ada Fakta Menarik Dari All Japan Grand Touring Car Championship. Dan realitas lainnya adalah:

Ajang Bertaraf Internasional

Ajang balap ini tidak hanya menjadi kebanggaan otomotif Jepang. Akan tetapi juga berkembang menjadi kejuaraan bertaraf internasional yang memiliki pengaruh luas di kawasan Asia. Transformasi ini merupakan hasil dari visi. Kemudian juga strategi jangka panjang penyelenggara untuk membawa balap mobil Jepang ke level global. Baik dari segi penyelenggaraan, partisipasi, hingga jangkauan audiens. Status internasionalnya mulai terlihat jelas sejak pergantian nama dari JGTC. Atau sering yang di kenal dengan All Japan Grand Touring Car Championship). Terlebih yang menjadi Super GT pada tahun 2005. Pergantian ini bukan sekadar soal merek. Namun melainkan juga mengubah arah pengembangan ajang balap menjadi lebih terbuka terhadap dunia luar. Salah satu langkah penting adalah di bukanya partisipasi untuk tim dan pembalap dari luar Jepang.

Hal ini yang termasuk tim dari Eropa dan Asia. Kemudian juga penggunaan mobil-mobil GT3 global, terutama di kelas GT300. Tentu yang semakin memperkuat posisinya sebagai ajang internasional dengan mulai menggelar balapan di luar negeri. Sirkuit Sepang di Malaysia menjadi tuan rumah balapan internasional pertama di luar Jepang. Dan yang di sambut antusias oleh penggemar balap di Asia Tenggara. Setelah itu, seri ini juga di gelar di Buriram (Thailand) dan Korea International Circuit (Korea Selatan). Kemudian menandai penyebaran cakupan regional yang lebih luas. Kehadirannya di negara-negara ini tidak hanya meningkatkan eksposur ajang tersebut. Akan tetapi juga membantu mendorong perkembangan budaya motorsport lokal di kawasan Asia. Tak hanya dari sisi lokasi, ia juga membuka kolaborasi teknis dengan ajang balap Eropa seperti DTM (Deutsche Tourenwagen Masters) asal Jerman. Kerja sama ini menghasilkan apa yang di sebut sebagai Class 1 Technical Regulations. Tentu yang bertujuan menyatukan regulasi antara kedua ajangnya.

Fakta Menarik Dari All Japan Grand Touring Car Championship Dengan Berbagai Historisnya

Selanjutnya juga masih ada Fakta Menarik Dari All Japan Grand Touring Car Championship Dengan Berbagai Historisnya. Dan fakta lainnya adalah:

Teknologi Tinggi & Mobil Khusus

Ia juga di kenal bukan hanya karena persaingan sengit antar pembalap dan pabrikan. Akan tetapi juga karena penggunaan teknologi tinggi. Dan mobil balap khusus yang menjadikannya sebagai salah satu seri balap paling maju di Asia. Teknologi yang di gunakan di ajang ini berada pada level tinggi dan sangat terukur. Serta mencerminkan inovasi otomotif Jepang yang progresif, terutama di kelas utama, yaitu GT500. Mobil-mobil di kelas GT500 di rancang sepenuhnya sebagai kendaraan balap prototipe. Meskipun bentuk luar mobil masih menyerupai mobil jalan raya produksi pabrikan. Contohnya seperti Toyota GR Supra, Honda NSX, atau Nissan Z.

Namun seluruh komponen internal hingga sasisnya merupakan hasil rekayasa khusus untuk kompetisi. Mobil ini menggunakan sasis monokok serat karbon yang ringan namun sangat kuat. Dan juga memungkinkan kestabilan saat melaju dalam kecepatan tinggi dan saat menikung tajam. Selain itu, desain aerodinamis di buat sangat agresif dengan sayap belakang besar, diffuser, canard. Kemudian dengan bentuk bodi yang mendukung aliran udara seefisien mungkin untuk menciptakan daya tekan maksimum (downforce). Mesin yang di gunakan di kelas GT500 mengikuti regulasi 2.0 liter turbocharged inline-4. Karena yang sebenarnya terlihat sederhana namun mampu menghasilkan tenaga lebih dari 650 hp. Mesin ini di kembangkan secara eksklusif oleh masing-masing pabrikan. Dan juga di sesuaikan dengan performa serta karakteristik mobil.

Jadi itulah berbagai fakta tentang balap ikonik dari benua kuning yaitu Super GT Asia.