
Mahasiswa UNDIP Borong Juara PLN ICE Dengan Mobil Listrik
Mahasiswa UNDIP Kembali Menorehkan Prestasi Membanggakan Dalam Ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Kelistrikan Nasional. Tim Keris Diponegoro yang beranggotakan Mahasiswa UNDIP baru-baru ini memamerkan mobil listrik rancangan mereka di ajang bergengsi. Ajang tersebut adalah PLN Innovation & Competition in Electricity (PLN ICE) 2025. Mobil yang dinamai MUV (Micro Utility Vehicle) ini menarik perhatian karena desainnya yang fungsional. Konsep yang mereka usung berfokus pada utilitas dan efisiensi logistik perkotaan.
Perlombaan yang berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 20 hingga 23 November itu menjadi saksi keunggulan inovasi. Tim Keris Diponegoro berhasil membawa pulang penghargaan berkat mobil listrik niaga yang mereka rancang. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam elektrifikasi. Kompetisi ini menjadi barometer kemampuan teknis mahasiswa dalam merespon tantangan energi nasional.
Prestasi ini sangat penting karena ajang PLN ICE merupakan kompetisi tingkat nasional yang menuntut kreativitas tinggi. Mereka juga mampu mengaplikasikan ilmu menjadi produk nyata dan kompetitif. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu universitas lain untuk berinvestasi lebih dalam pada riset otomotif hijau.
Mobil inovatif yang mereka usung tidak hanya sekadar prototipe, tetapi sudah teruji. Model ini berhasil memenuhi regulasi keselamatan dan tantangan teknis yang ketat. Kemenangan tersebut menjadi dorongan signifikan bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hasil desain dan performa mobil ini telah diakui oleh juri yang merupakan pakar di bidang kelistrikan nasional.
Inovasi Micro Utility Vehicle (MUV)
Inovasi Micro Utility Vehicle (MUV) Sabet gelar juara menjadi fokus utama dalam pameran tersebut. Mobil yang diusung ini dinamai MUV, singkatan dari Micro Utility Vehicle. Kendaraan ini dirancang sebagai mobil niaga kompak. Kebutuhan akan kendaraan niaga listrik yang lincah di perkotaan menjadi inspirasi utama desain ini.
MUV dibekali jantung pacu dari motor listrik yang kuat dan efisien. Bentuk mobil ini didesain kompak, dengan warna kinetic yellow yang cerah di sekujur bodinya. Warna tersebut dipilih untuk memberikan visibilitas tinggi dan kesan dinamis. Desain ini membuatnya tampak modern dan eye-catching di antara peserta lain. Tenaga listrik yang digunakan juga memastikan emisi nol, selaras dengan tujuan PLN ICE.
Sebagai sebuah pikap, MUV ini dilengkapi dengan pintu bak 3-way yang sangat fungsional. Desain pintu ini memudahkannya dalam memuat dan membongkar barang dari berbagai sisi. Selain itu, kendaraan ini juga sudah disiapkan sebuah atap kanvas alias soft-top. Pintu bak yang fleksibel ini sangat menguntungkan untuk operasi logistik skala kecil. Fleksibilitas pintu bak ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pelaku usaha mikro.
Tambahan atap soft-top ini berfungsi untuk menambah kemampuannya melindungi muatan dari cuaca. Ukuran MUV yang sangat compact memiliki panjang hanya 3,20 mm. Faktor ukuran ini memberikan keunggulan dalam hal kemudahan parkir dan manuver di jalan sempit. Untuk memaksimalkan daya angkut, kabin dan bak dibuat tanpa sekat pemisah. Solusi desain tanpa sekat ini efektif menambah ruang kargo yang tersedia.
Mahasiswa UNDIP Memenuhi Kriteria Regulasi Teknis
Mahasiswa UNDIP Memenuhi Kriteria Regulasi Teknis yang ketat menjadi faktor kunci yang menentukan kemenangan tim. Proyek mobil yang dikembangkan hanya dalam periode tiga bulan ini telah membuahkan hasil berupa prestasi yang luar biasa. Tim Keris Diponegoro sukses memenangkan dua gelar juara sekaligus di ajang kompetisi tersebut. Kecepatan luar biasa dalam pengembangan prototipe ini mencerminkan tingginya dedikasi dari seluruh anggota tim.
Mereka sukses meraih Juara 1 kategori Time Rally, yang menguji ketahanan dan ketepatan waktu. Selain itu, mereka juga berhasil meraih Juara 2 kategori Engineering Design. Kemenangan ganda ini didapatkan di kategori Microcar EV. Kategori Time Rally membuktikan keandalan operasional mobil dalam kondisi pengujian nyata. Prestasi ini menegaskan kualitas build dan tuning kendaraan yang superior.
Kategori ini secara khusus menuntut inovasi dan kepatuhan yang tinggi pada regulasi keselamatan nasional. Regulasi yang dipatuhi antara lain Permenhub No. 44 Tahun 2020. Pematuhan regulasi ini menunjukkan keseriusan tim dalam merancang produk yang siap produksi. Aspek keamanan dan legalitas menjadi fokus utama dalam penilaian kompetisi. Kepatuhan pada Permenhub tersebut membuka jalan bagi legalitas penggunaan di jalan raya.
Alda Mahira Dewi Candra, ketua Tim Keris Diponegoro, berharap ajang ini menjadi jembatan hilirisasi inovasi. Ia ingin inovasi ini tidak hanya berhenti di tingkat kompetisi. Harapan ini bertujuan agar mobil MUV dapat diproduksi secara massal. Visi ini sangat penting untuk mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional berbasis teknologi listrik. Mahasiswa UNDIP membuktikan bahwa rancangan mereka layak didukung industri.
Spesifikasi Teknis Dan Konstruksi MUV
Spesifikasi Teknis Dan Konstruksi MUV menunjukkan pemahaman mendalam pada teknik otomotif. Secara konstruksi, pikap mungil ini mengusung sasis ladder frame yang kuat. Desain sasis ini memberikan ketahanan dan fleksibilitas yang baik untuk kendaraan niaga. Sasis ladder frame dipilih karena kekuatannya dalam menopang beban berat.
Suspensi depan menggunakan jenis Independent MacPherson Strut, yang menawarkan kenyamanan berkendara. Sementara itu, suspensi belakangnya menggunakan coil spring. Sistem suspensi ini memberikan keseimbangan antara daya tahan dan pengendalian. Pengaturan suspensi ini dioptimalkan untuk kondisi jalanan di Indonesia.
Dimensinya sendiri sangat ringkas: panjang 3.120 mm, lebar 1.400 mm, dan tinggi 1.669 mm. Wheelbase mobil ini tercatat 1.950 mm. Dimensi yang kompak ini sangat ideal untuk bermanuver di perkotaan yang padat. Dengan dimensi ini, MUV dapat dengan mudah menjangkau lokasi pengiriman yang sulit diakses.
Untuk jantung pacunya, MUV dibekali motor listrik PMSM 6-phase yang bertenaga puncak 10 kW. Tenaga ini setara dengan sekitar 13,4 HP. Tenaga listrik tersebut disalurkan secara efisien ke dua roda depan (front wheel drive / FWD). Sistem FWD ini dipilih untuk memaksimalkan traksi dan meminimalkan kerumitan mekanis.
Peluang Hilirisasi Dan Nilai Jual
Kesuksesan ini membuka peluang besar bagi inovasi Indonesia di masa depan. Peluang Hilirisasi Dan Nilai Jual mobil ini sangat menjanjikan bagi industri otomotif nasional. Motor listrik MUV disuplai oleh tiga unit baterai LiFePO4 prismatic. Baterai jenis LiFePO4 dikenal karena tingkat keamanannya yang tinggi.
Masing-masing baterai telah dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang canggih. Sistem BMS ini memastikan keamanan dan optimalisasi masa pakai baterai. Sayangnya, tidak ada keterangan resmi mengenai seberapa jauh mobil ini bisa menjelajah dalam kondisi baterai penuh. Data jarak tempuh dan kapasitas angkut menjadi informasi kunci untuk penilaian pasar.
Kapasitas angkut maksimal dan top speed mobil ini juga belum diumumkan secara rinci. Namun, MUV tergolong cukup ringan. Massa kosong kendaraan ini hanya 450 Kg. Angka yang ringan ini berkontribusi pada efisiensi energi secara keseluruhan. Keringanan ini juga menjadi keunggulan saat mobil harus bermanuver di area padat. Massa yang rendah juga membantu menjaga keawetan komponen motor listrik dan baterai.
Dengan keberhasilannya meraih penghargaan, UNDIP berharap dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi kendaraan listrik. Mobil listrik ini sudah terbukti layak dan aman. Kini tinggal menunggu sentuhan dan investasi dari industri untuk menjadi produk nyata di pasaran. Keberhasilan ini menegaskan bahwa inovasi green technology lokal siap untuk go to market. Keberhasilan ini menegaskan inovasi dan kemampuan Mahasiswa UNDIP.